Film IT udah dua kali dibuat, dan dua-duanya punya ciri khas sendiri meski sama-sama diangkat dari novel Stephen King. Berikut perbedaannya.
Versi 1990Versi ini lebih menekankan horor psikologis. Penonton dibuat takut lewat suasana yang mencekam, musik latar yang menyeramkan, dan ekspresi ngeri para karakter. Efek visualnya sederhana, tapi nuansanya tetap menakutkan.
Tim Curry, pemeran Pennywise, tampil sebagai badut klasik yang terlihat nyata. Gaya aktingnya unik karena bisa membuat penonton merasa badut itu benar-benar bisa muncul di mana saja. Pennywise versi ini lebih mengandalkan perilaku dan ekspresi daripada efek khusus, sehingga rasa takut muncul dari imajinasi penonton.
Cerita dibagi menjadi dua bagian langsung: masa kecil anak-anak dan masa dewasa mereka. Fokusnya lebih pada interaksi karakter, persahabatan Losers’ Club, dan bagaimana mereka menghadapi ketakutan masing-masing. Nuansa 80-an memberi sentuhan nostalgia yang membuat film ini klasik dan tetap dikenang.
Versi modern ini menggunakan efek visual dan jump scare yang lebih intens. Penonton dibuat tegang lewat adegan-adegan menegangkan, suara misterius, dan efek cahaya yang dramatis.
Bill Skarsgård, pemeran Pennywise versi 2017, memberikan karakter yang jauh lebih menakutkan. Mata juling, suara yang berubah-ubah, dan ekspresi wajah yang tak manusiawi membuat Pennywise terasa lebih kosmik dan jahat, bukan sekadar badut.
Cerita fokus dulu ke masa kecil anak-anak (Chapter One), baru kemudian masa dewasa (Chapter Two 2019). Penyampaian seperti ini membuat alur lebih jelas dan emosional karena penonton bisa benar-benar mengikuti perkembangan karakter Losers’ Club sejak mereka kecil hingga dewasa.
Versi 2017 juga menekankan kengerian visual, misalnya adegan Pennywise muncul dari selokan atau balon merah yang menakutkan. Semua ini membuat film terasa lebih modern, menegangkan, dan sesuai selera penonton masa kini.


Komentar
Posting Komentar